Pernah nggak, kamu baru saja beli furnitur kayu mahal, eh beberapa tahun kemudian sudah keropos dimakan rayap? Menyebalkan, kan? Ternyata, nggak semua kayu itu sama.
Ada jenis kayu yang secara alami punya "senjata rahasia" berupa kandungan minyak, resin, atau senyawa kimia tertentu yang bikin hama seperti rayap, kutu kayu, hingga semut ogah mendekat.
Nah, kalau kamu lagi berencana renovasi rumah, bikin furnitur, atau sekadar penasaran, artikel ini bakal bantu kamu pilih kayu yang tepat. Yuk, kita bahas satu per satu!
Kenapa Ada Kayu yang Lebih Tahan Hama?
Ketahanan kayu terhadap hama bukan faktor keberuntungan. Ini berkaitan dengan kandungan alami di dalam serat kayunya mulai dari minyak esensial, tanin, silika, hingga alkaloid.
Semakin padat dan keras sebuah kayu, biasanya semakin sulit juga bagi rayap untuk menembusnya. Rayap lebih suka kayu yang lunak dan lembap karena lebih mudah dikunyah dan mengandung selulosa yang mereka butuhkan.
Daftar Kayu Paling Tahan Rayap & Hama
Kayu jati yang ditebang pada usia tua (di atas 40 tahun) memiliki kandungan tectoquinone — senyawa kimia yang secara ilmiah terbukti bersifat toksik bagi rayap. Inilah kenapa jati tua jauh lebih tahan dibanding jati muda atau jati cepat tumbuh (fast-growing teak).
Baca Juga: 5 Jenis Kayu Tahan Air
Bagaimana dengan Kayu yang Kurang Tahan Rayap?
Kayu seperti sengon, pinus, atau albasia memang lebih murah dan mudah didapat, tapi ketahanannya terhadap hama sangat rendah.
Bukan berarti tidak bisa dipakai, namun butuh perlakuan ekstra seperti direndam dengan bahan pengawet, diberi cat anti-rayap, atau dilapisi coating khusus agar usianya lebih panjang.
Untuk furnitur dalam ruangan yang tidak terkena tanah langsung, kayu-kayu ini masih bisa jadi pilihan asal dirawat dengan benar.
Tapi untuk konstruksi luar ruangan atau yang bersentuhan dengan tanah? Sebaiknya pilih kayu dengan kelas awet I atau II seperti yang sudah disebutkan di atas.
Baca Juga: Cara Membasmi Rayap
Tips Memilih Jenis Kayu Tahan Rayap Biar Nggak Salah
Pertama, kenali kelas awet kayu. Di Indonesia, kayu diklasifikasikan dari kelas I (paling awet) hingga kelas V (paling mudah lapuk). Kayu jati, ulin, dan merbau masuk kelas I.
Kedua, beli dari sumber terpercaya karena kayu oplosan cukup marak di pasaran minta sertifikat asal kayu jika memungkinkan contohnya seperti dari PERHUTANI.
Ketiga, meski memilih kayu tahan rayap, tidak ada salahnya tetap menambahkan lapisan anti-hama sebagai perlindungan ekstra, terutama di daerah tropis lembap seperti Indonesia.
Baca Juga: Cara Membasmi Kutu Kayu




