BLANTERTOKOv132
Rekomendasi 6 Jenis Lantai Sintetis Dengan Harga Terjangkau!

Jenis Lantai Sintetis

 Akhir-akhir ini banyak kontraktor atau pemilik hunian yang mencari alternatif lantai terbaik selain keramik.

Dipasaran sendiri terpadat beberapa pilihan jenis lantai rumah terbaik selain keramik yang bisa digunakan seperti Marmer, Tegel atau Lantai kayu solid.

Namun mengingat jenis lantai tersebut harganya cukup mahal, sehingga kebanyakan orang mulai beralih menggunakan lantai sintetis yang cenderung mudah diaplikasikan dan minim perawatan.

Apa saja jenis lantai sintetis yang beredar di Pasaran?

Jenis-jenis Lantai Sintetis Pilihan Terbaik!

Dipasaran Indonesia saat ini banyak sekali supplier atau toko lantai yang menyediakan berbagai alternatif pilihan terbaik untuk keperluan lantai rumah.

Beberapa diantaranya menawarkan beragam rekomendasi lantai sintetis dengan harga yang relatif terjangkau.

Seperti jenis-jenis lantai sintetis terbaik dibawah ini:

1. Lantai vinyl

Vinyl lantai sintetis

Siapa yang tidak kenal dengan jenis lantai sintetis yang satu ini? hampir kebanyakan orang sudah tidak asing lagi dengan lantai Vinyl, terlebih jika anda berkecimpung di dunia interior design.

Lantai vinyl merupakan jenis lantai yang terbuat dari bahan PVC (Polivinyl Chloride) semacam bahan plastik pabrikasi.

Lantai plastik yang satu ini banyak diperjual belikan di toko-toko bangunan atau toko lantai dengan berbagai merk yang tersedia.

Alasan mengapa orang-orang memilih lantai vinyl ini sebagai rekomendasi lantai sintetis ialah mudah dipasang, motif beragam, harga per box murah dan minim perawatan.

Baca Juga: Harga Lantai Vinyl Merk Golden Crown

2. Flooring SPC

Lantai Sintetis SPC

Stone Plastic Composite atau kerap disapa Flooring SPC ini adalah jenis lantai sintetis yang biasa digunakan untuk hunian indoor. Bahkan tidak jarang juga diaplikasikan pada bangunan komersil lainnya seperti Caffe, Office dan tempat ibadah.

Produk SPC merupakan hasil pengembangan dari lantai vinyl, sehingga kualitas dan tampilan motifnya terlihat seperti alami dan tingkat kekuatannya bisa awet sampai hitungan tahun.

Tidak hanya itu, Flooring SPC juga dikenal karena ketahanannya terhadap air berkat lapisan pelindungnya.

Sehingga kebanyakan orang memilih jenis lantai sintetis ini sebagai alternatif lantai kayu sintetis yang memiliki kualitas bagus dengan harga yang terjangkau.

Artikel Menarik Lainnya: Perbandingan Lantai Solid, SPC & Vinyl

3. Rumput Sintetis

Rumput Sintetis

Rumput sintetis merupakan alternatif lantai selain keramik yang biasa dipergunakan di lapangan futsal atau mini soccer.

Namun tidak jarang pula penggunaannya diterapkan pada hunian atau rumah komersil. Biasanya digunakan pada area balkon, rooftop hingga teras rumah.

Lantai rumput buatan ini terbuat dari bahan serat plastik atau karet, meskipun dibuat menggunakan bahan sintetis namun penggunaannya tidak membahayakan bagi pengunanya.

Jenis lantai sintetis yang satu ini mudah kalian jumpai di toko-toko lantai terdekat, bahkan di beberapa E-commerce atau online shop banyak menjual dengan harga yang relatif terjangkau.

4. Lantai Laminated

Lantai Laminasi

 Lantai laminated atau lantai laminasi merupakan jenis lantai sintetis yang terbuat dari campuran serbuk kayu dan plastik. Dibuat menggunakan teknologi presisi tinggi guna menciptakan sebuah produk lantai yang bisa menyerupai Lantai kayu solid.

Terpadat beberapa lapisan yang mampu menahan dari goresan, aus dan noda. Sehingga perawatan lantai ini cukup mudah dilakukan di rumah.

Tahukah kalian, bahwasanya lantai laminasi ini termasuk sebagai jenis lantai mudah dipasangkan karena memiliki fitur pengunci T&G pada bagian samping lantainya.

Membuatnya banyak diminati oleh berbagai kontraktor dan pemilik hunian, serta harga dipasaran pun tidak jauh berbeda dengan harga vinyl.

5. Decking tile

Decking Tile

 Pernah dengar jenis lantai sintetis yang satu ini? Decking tile merupakan jenis lantai alternatif selain decking kayu solid yang harganya lumayan mahal bagi sebagian orang.

Produk ini dibuat menggunakan decking kayu asli namun ditambahkan karet atau plastik dibawahnya agar mudah diterapkan dan disusun rapih.

Penggunaannya sendiri bisa diaplikasikan pada bangunan hunian di area roftop, balkon, teras dan halaman belakang rumah.

Harga decking tile di pasaran relatif murah, berkisar antara 20-70rb per pcs. Tergantung kondisi seperti ukuran dan Finishing.

Artikel terkait: Harga Decking Tile

6. Lantai WPC

lantai WPC

 Lantai WPC atau Decking WPC ini adalah jenis lantai sintetis yang biasa digunakan sebagai alternatif decking kayu solid untuk lantai luar ruangan atau outdoor.

Terbuat dari bahan plastik, lantai WPC ini menawarkan berbagai pilihan motif menarik yang bisa kalian pilih seperti motif kayu hingga batu.

Meskipun mempunyai beberapa keunggulan seperti tahan air, noda, kelembapan dan mudah di pasang. Namun Deck WPC ini kurang tahan terhadap paparan sinar UV secara langsung dalam jangka waktu yang panjang membuatnya memuai.

Meski begitu, kebanyakan orang menggunakan jenis lantai sintetis yang satu ini karena mudah didapatkan dan harganya lebih murah dibangkan dengan harga decking kayu solid.

Baca Juga: Apa bedanya PVC, WPC dan SPC?

Kesimpulan

Alternatif lantai selain keramik kini semakin banyak diminati karena material alami seperti marmer dan kayu solid harganya relatif mahal dan perawatannya tidak praktis.

Oleh karena itu, lantai sintetis menjadi solusi populer karena lebih terjangkau, mudah dipasang, serta minim perawatan.

Beberapa pilihan terbaik yang tersedia di pasaran Indonesia antara lain lantai vinyl, flooring SPC, rumput sintetis, lantai laminated, decking tile, dan lantai WPC.

Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda—mulai dari tampilan menyerupai kayu dan batu alami, ketahanan terhadap air dan goresan, hingga kemudahan pemasangan.

Secara keseluruhan, lantai sintetis menawarkan kombinasi harga ekonomis, estetika menarik, dan fungsionalitas tinggi, sehingga cocok digunakan untuk berbagai tipe hunian maupun bangunan komersial.

Sudahkah Anda memilih jenis lantai sintetis yang akan digunakan dirumah?

Apa Itu Decking Komposit? 8 Kelebihan, Kekurangan, Jenis & Perbandingannya

Plus Minus Decking Composite, Ketahui Sebelum Membeli

Decking Composite - Saat ini ada sebuah bahan alternatif yang bisa menggantikan decking kayu solid, Namanya Decking komposit atau WPC (Wood Plastic Composite).

Apakah jenis decking lantai outdoor ini sangat rekomendasi untuk diaplikasikan pada hunian atau bangunan komersil lainnya? Atau lebih tetap menggunakan kayu asli saja?

Sebelum lebih lanjut membeli sebuah Decking Komposit, ada baiknya perhatikan dulu kekurangan dan kelebihannya disini.

Decking Kayu Ulin
Decking Kayu Ulin

Kalo ada yang alami, dengan warna indah dan kekuatan sangat tinggi, Kenapa pilih yang sintetis?

Kelebihan

  • Memiliki kekuatan tinggi
  • Bahan Kayu asli, dengan serat indah
  • Nyaman dipijak

Mengenal Decking Komposit

apa itu decking komposit

Pertama, Apa itu Decking Komposit? Deck komposit outdoor atau kerap disapa decking WPC ini adalah material inovatif yang dirancang untuk menggantikan kayu tradisional pada proyek outdoor, seperti decking kolam renang, teras, atau taman. 

Berbeda dengan kayu alami, decking composite terbuat dari campuran bahan sintetis dan organik seperti :

1) Serat Kayu (Wood Fibers)

Serat kayu memberikan tampilan alami dan tekstur seperti kayu asli pada decking komposit. Selain itu, serat kayu membantu material ini tetap ringan dan mudah dipasang.

2) Plastik Daur Ulang (Recycled Plastic)

Penggunaan plastik daur ulang seperti polietilena atau polipropilena memberikan sifat tahan air dan anti jamur pada decking outdoor komposit. Material ini juga membuat decking lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah plastik yang sulit terurai.

3) Bahan Pengikat dan Pewarna

Bahan pengikat (resin) digunakan untuk menyatukan serat kayu dan plastik. Pewarna dan aditif lainnya ditambahkan untuk memberikan warna yang tahan lama, tidak mudah pudar, dan tahan terhadap paparan sinar UV.

Proses pembuatannya melibatkan teknologi canggih yang menghasilkan material dengan tampilan menyerupai kayu asli, tetapi memiliki daya tahan dan keunggulan lebih tinggi. Pertanyaannya, jika material ini terlihat seperti kayu, mengapa harus memilih komposit?

Jenis-Jenis Decking Komposit

Jenis-Jenis Decking Composite

1. Decking Composite Berongga (Hollow Composite Decking)

Decking lantai jenis ini memiliki struktur berongga di bagian dalamnya, sehingga lebih ringan dan mudah dipasang. Namun, kelemahannya adalah kekuatan sedikit lebih rendah dibandingkan jenis solid. Cocok untuk area dengan lalu lintas ringan atau dekorasi taman.

2. Decking Composite Solid (Solid Composite Decking)

Jika Anda membutuhkan decking yang lebih kokoh dan mampu menahan beban berat, decking composite solid adalah pilihan terbaik. Jenis ini lebih tahan terhadap benturan dan tekanan, menjadikannya ideal untuk area dengan aktivitas tinggi, seperti teras kafe atau kolam renang.

3. Decking Composite Co-Extruded

Jenis ini merupakan inovasi terbaru dalam decking komposit. Proses co-extrusion memberikan lapisan pelindung tambahan yang membuat decking lebih tahan terhadap goresan, noda, dan cuaca ekstrem. Selain itu, tampilannya lebih elegan dengan tekstur yang sangat mirip dengan kayu alami.

Baca juga : Berbagai Aplikasi Material WPC Untuk Kebutuhan Interior & Eksterior Rumah

Kelebihan Decking Composite

Apa saja yang membuat Decking Komposit ini menjadi pilihan?

Plus Minus Decking Composite, Ketahui Sebelum Membeli

Mudah dirawat

Apakah Anda tipe orang yang tidak ingin repot mengurusi perawatan rutin? Jika ya, decking komposit adalah solusinya.

Dibandingkan dengan kayu alami yang memerlukan recoating setiap 2 tahun sekali, deck WPC hanya membutuhkan penyapuan dan pembersihan sederhana untuk menjaga tampilannya.

Pilihan Warna yang Beragam

Salah satu daya tarik utama decking komposit adalah keberagaman warna yang tersedia. Anda tidak perlu repot mengecat atau mengeksplorasi teknik finishing untuk mencocokkannya dengan estetika rumah.

Warna dan tekstur yang tersedia dibuat menyerupai berbagai jenis kayu alami pilihan, memberikan tampilan elegan tanpa tambahan usaha.

Ramah Lingkungan

Tahukah Anda bahwa beberapa produk decking komposit terbuat dari bahan daur ulang? Material seperti plastik dan serat kayu yang tidak terpakai sering digunakan untuk memproduksi lantai outdoor ini. Dengan memilih decking composite, Anda turut mendukung langkah keberlanjutan.

Pemanfaatan Teknologi terkini

Berkat perkembangan teknologi, decking komposit kini semakin tahan lama. Beberapa produk dilengkapi dengan lapisan plastik keras untuk meningkatkan daya tahan terhadap noda, goresan, jamur, bahkan pemudaran warna akibat sinar UV.

Tidak hanya tahan lama, decking WPC ini juga menawarkan kemudahan perawatan yang lebih baik. Sehingga tidak terlalu merepotkan selama penggunaannya.

Kekurangan Decking Composite

Tapi, Anda juga harus perhatikan beberap faktor ini:

Plus Minus Decking Composite, Ketahui Sebelum Membeli

Harga Lebih Mahal

Sebanding dengan kualitasnya, harga decking komposit cenderung lebih mahal dibandingkan material kayu solid. Kenaikan harga ini dapat mencapai 15-20%. 

Tidak seindah kayu solid

Walaupun desainnya semakin menyerupai kayu, decking composite tetap tidak dapat menyamai keindahan tekstur alami kayu asli. Jika Anda mencari sentuhan alami yang autentik, material kayu mungkin menjadi pilihan lebih tepat.

Tidak Sepenuhnya Bebas Perawatan

Meski perawatannya minimal, decking composite tetap memerlukan perhatian. Daun-daun yang menumpuk atau kotoran yang dibiarkan menempel dapat mengurangi estetika decking Anda. Oleh karena itu, membersihkan secara berkala tetap diperlukan.

Variasi Kualitas yang Beragam

Karena banyaknya produsen decking composite di pasaran, kualitasnya pun sangat bervariasi. Penting untuk melakukan riset, membandingkan harga, dan memastikan produk yang Anda pilih memiliki garansi terhadap noda dan pemudaran warna.

Baca juga : 5 Jenis Decking Kayu Outdoor. Temukan Harga Terbaik!

Apakah Decking WPC juga Dapat mengembang dan Menyusut
?

Seperti sebagian besar material, decking composite mengalami perubahan dimensi sebagai respons terhadap fluktuasi suhu. Bukan hanya Deck WPC, bahkan keramikpun sama.

Ini karena molekul dalam material tersebut merespons panas dan dingin. Tapi dibandingkan kayu alami, decking composite memiliki koefisien ekspansi termal yang rendah, artinya perubahan dimensinya sangat kecil.

Apakah Decking WPC juga Dapat mengembang dan Menyusut ?

Beberapa penyebab pemuaian decking komposit Adalah :

Panas

Ketika suhu meningkat, molekul dalam decking komposit menjadi lebih aktif, menciptakan ruang tambahan antar molekul. Hal ini membuat papan sedikit "mengembang." Namun, lapisan pelindung pada deck WPC outdoor ini, seperti PVC, membantu menjaga stabilitas dimensi.

Dingin

Sebaliknya, saat suhu menurun, molekul-molekul melambat, menyebabkan material sedikit menyusut. Untungnya, penyusutan ini juga sangat minimal dibandingkan kayu yang cenderung lebih rentan terhadap perubahan dimensi.

Kelembapan

Decking komposit tahan terhadap kelembapan berkat lapisan pelindungnya. Berbeda dengan kayu yang menyerap air, deck WPC hampir tidak terpengaruh oleh hujan atau kelembapan tinggi, sehingga tidak mengalami pemuaian atau penyusutan yang signifikan karena faktor ini.

Bagaimana Cara Mengelola Ekspansi dan Kontraksi?

Meskipun kecil, ekspansi dan kontraksi decking WPC outdoor tetap perlu diperhitungkan saat pemasangan. Inilah beberapa tips penting:

Gunakan Jarak Antar Papan

Pastikan ada jarak yang cukup antara papan decking untuk memberikan ruang ekspansi saat suhu meningkat.

Ikuti Panduan Produsen

Setiap merek decking composite memiliki spesifikasi berbeda mengenai jarak antar papan dan teknik pemasangan. Selalu ikuti panduan yang disediakan untuk hasil terbaik.

Pertimbangkan Suhu Lingkungan

Jika Anda tinggal di daerah dengan suhu ekstrem, perencanaan jarak menjadi lebih penting untuk memastikan decking tetap stabil dalam jangka panjang.

Perbandingan Decking Composite dan Kayu Solid

Aspek Decking WPC Decking Kayu Solid
Keawetan ★★★★★ (Tahan cuaca) ★★★★☆ (Rentan terhadap rayap)
Estetika ★★★★☆ (Modern) ★★★★★ (Natural)
Harga Tinggi dibawah WPC tergantung jenis kayu
Perawatan ★★★★★ (Minimal) ★★☆☆☆ (Perlu perawatan rutin)
Ramah Lingkungan ★★★★☆ (Daur ulang) ★★★★★ (Bahan alami)

Perbandingan diatas memang sengaja dibuat tidak terlalu lengkap, karena kami sudah membuat detail perbandingan lengkapnya disini : Bahas Perbandingan Kualitas Decking Kayu Solid vs WPC

Jadi apakah Anda sudah memutuskan untuk menggunakan Decking Composite ?

Bagi Anda yang berminat memasang decking kayu solid, kami Lantai-kayu.id menyediakan beragam jenis kayu berkualitas untuk decking outdoor, seperti Ulin, bengkirai dan Merbau. Untuk informasi lebih lengkap, hubungi marketing kami.

 Seperti Inilah Fungsi Gording Untuk Konstruksi Atap Bangunan


Fungsi gording atap

Fungsi gording atap - Pada konstruksi bangunan, tentu terdapat berbagai elemen struktural yang masing-masingnya memiliki peran dan keterkaitan satu sama lain. 

Gording menjadi salah satu elemen yang tak dapat dipisahkan, terlebih untuk konstruksi atap. 

Pada dasarnya, gording merupakan sebuah balok horizontal yang dipasang sejajar dengan bubungan atap serta posisinya berada diatas kuda-kuda. 

Lantas, apa fungsi godring untuk konstruksi atap bangunan? Nah, biar gak penasaran mending simak langsung ulasannya di bawah ini. 

4 Fungsi Utama Gording Atap

1. Sebagai Penopang Usuk dan Rangka

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa gording berperan sebagai penopang elemen usuk atau kaso. 

Usuk sendiri berupa balok miring yang berada diatas gording, serta berperan sebagai dudukan untuk reng yang nantinya akan menjadi penopang material genteng. 

Gording Sebagai Penopang Usuk dan Rangka

Tanpa adanya gording, maka usuk tidak memiliki tumpuan yang cukup kokoh dan stabil. 

Sehingga keberadaan gording atap dapat menahan beban dari usuk secara merata karena terdistribusi dengan baik. 

Disisi lain, gording juga berperan sebagai balok pengikat yang akan menjaga posisi usuk agar tidak mudah bergeser. 

Tentunya hal ini sangatlah penting, terlebih pada bangunan dengan bentang atap yang cukup lebar, maupun penggunaan material genteng dengan bobot yang cenderung berat. 

Bahkan, gording juga akan membantu kemiringan atap agar tetap konsisten. 

Pasalnya, kemiringan atap sangatlah berpengaruh terhadap sistem drainase air jujan agar tidak mudah mengalami kebocoran dan genangan. 

Baca juga: Fungsi Reng Kayu

2. Menyalurkan Beban Atap ke Struktur Utama

Perlu diketahui bahwa beban atap tak hanya berasal dari material gentengnya saja, melainkan juga bisa dari air hujan, angin, debu, atau beban perawatan ketika dilakukan perbaikan atap. 

Gording atap berfungsi dengan cara menerima beban dari usuk dan reng, kemudian disalurkan secara bertahap ke kuda-kuda. 

Gording Menyalurkan Beban Atap ke Struktur Utama

Selanjutnya beban tersebut akan didistribusikan ke kolom dan pondasi bangunan. 

Sistem penyaluran beban ini akan membuat struktur atap jadi lebih seimbang, sekaligus mengurangi risiko kerusakan pada satu titik tertentu. 

Tanpa gording dengan pernacanaan yang baik, maka beban atap akan terpusatkan pada bagian tertentu yang bisa memicu lendutan, retakan, hingga kegagalan struktur. 

Oleh karenanya, penting bagi anda untuk memilih ukuran dan jarak gording atap yang sesuai dengan jenis material genteng maupun bebannya. 

3. Meningkatkan Kekakuan dan Kestabilan Struktur Atap

Mengingat gording berperan sebagai pengikat horizontal, sehingga ia dapat membantu dalam menjaga kuda-kuda dan usuk agar tetap sejajar serta tidak mudah bergeser. 

Gording Meningkatkan Kekakuan dan Kestabilan Struktur Atap

Terlebih pada kondisi pengaruh cuaca ekstrim seperti angin kencang atau hujan deras, atap akan menerima tekanan yang cukup besar. 

Gording atap bekerja dengan cara menahan gaya tersebut, yang membuat rangka atap tetap stabil dan kokoh. 

Tentunya peran gording sangatlah penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penghuni rumah. 

Tak hanya itu, gording juga berfungsi untuk mengurangi risiko lendutan pada bagian usuk dan reng. 

Melalui tumpuan kuat dan jarak yang terkontrol, maka elemen rangka atap bisa bekerja secara maksimal tanpa mengalami deformasi yang berlebihan. 

Baca juga: Jenis Railing Tangga

4. Meningkatkan Keawetan Atap

Fungsi gording berikutnya yang menarik untuk dibahas, yakni dapat meningkatkan keawetan adan usia pakai atap bangunan. 

Ya, sebab struktur atap yang stabil dan kokoh bisa mengurangi risiko kerusakan pada material genteng maupun rangka di bawahnya. 

Gording Meningkatkan Keawetan Atap

Gording yang dipasang dengan tepat mampu menjaga posisi struktur atap tetap presisi, sehingga bebannya tidak menimbulkan tekanan yang berlebih pada satu bagian tertentu. 

Untuk gording dari kayu, pemilihan jenis kayu yang tepat serta perlakuan khusus sangat membantu dalam mencegah pelapukan, serangan rayap, dan perubahan bentuk akibat kelembapan. 

Adapun gording dari bahan baja ringan memiliki keunggulan dari segi ketahanan terhadap pengaruh cuaca, sekaligus perawatannya yang lebih mudah. 

Melalui sistem gording yang tepat, perawatan atap pun semakin lebih mudah dan frekuensi perbaikannya tidak terlalu intens. 

Hal tersebut pastinya berdampak positif terhadap efisiensi biaya jangka panjang sekaligus memberikan rasa aman bagi penghuni rumah. 

Nah, itu dia beberapa fungsi utama dari gording untuk konstruksi atap bangunan, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan. 




 Jenis-jenis Railing Untuk Pagar Tangga


Jenis railing tangga

Jenis railing tangga - Secara fungsi, railing berperan sebagai pembatas atau pengaman pada struktur tangga. 

Sehingga keberadaan railing dapat mencegah risiko jatuh, sekaligus sebagai aksen visual yang akan memperkuat karakter desain rumah. 

Oleh karena itu, pemilihan jenis railing tangga yang tepat sangat berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan, keamanan, dan estetika secara keseluruhan. 

Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas berbagai jenis railing tangga seperti berikut:

4 Jenis Railing Tangga

1. Railing Tangga Kayu

Bagi anda yang menyukai tampilan klasik, maka penggunaan railing tangga kayu merupakan pilihan paling tepat. 

Ya, sebab material kayu dapat menyuguhkan kesan natural, kehangatan, dan elegan yang ideal untuk interior rumah bergaya klasik, tradisional, maupun Scandinavian. 

Railing Tangga Kayu

Akan tetapi, Railing Tangga Kayu yang digunakan untuk area outdoor harus diberi lapisan pelindung tambahan agar tahan terhadap cuaca, jamur, dan rayap. 

Keunggulan Railing Tangga Kayu terdapat pada fleksibilitasnya yang mudah dibentuk, diukir, atau dipadukan dengan material lainnya. 

Bahkan, tampilan warna dan pola serat alami khas kayu dapat meningkatkan nilai estetika. 

Untuk mendapatkan tampilan yang lebih serasi, sebaiknya anda juga menggunakan papan kayu sebagai pijakan tangganya. 

Artikel terkait: Papan Tangga Kayu Jati

2. Railing Tangga Besi

Railing Tangga Besi memiliki tingkat kekuatan dan ketahanan yang lebih bagus dibanding kayu. 

Sehingga tak heran jika Railing Tangga Besi kerap diaplikasikan pada rumah bertingkat, perkantoran, maupun bangunan yang membutuhkan keamanan ekstra. 

Railing Tangga Besi

Railing Tangga Besi biasanya identik dengan interior bergaya industrial, minimalis modern, hingga klasik yang dikombinasikan dengan ornamen tertentu. 

Salah satu keunggulan material ini terdapat pada tingkat kekuatannya dalam menahan beban dan benturan keras. 

Disisi lain, Railing Tangga Besi juga terbukti lebih tahan terhadap cuaca jika dilapisi dengan cat anti karat. 

Menariknya lagi, Railing Tangga Besi bisa dibuat dengan pola atau detail yang sesuai keinginan, mulai dari motif melengkung, bunga-bungaan, ukiran, dan sederhana. 

Namun, Railing Tangga Besi memiliki konduktivitas panas yang cukup tinggi sehingga rentan berkarat. 

Maka dari itu, pemberian finishing seperti powder coating dan cat khusus besi wajib diterapkan. 

3. Railing Tangga Kaca

Ini dia jenis Railing Tangga Kaca yang kerap diaplikasikan pada hunian dengan konsep modern dan minimalis. 

Hal itu bukan tanpa alasan, karena material kaca dapat menyuguhkan kesan yang bersih, ringan, dan terbuka. 

Railing Tangga Kaca

Sehingga penggunaan Railing Tangga Kaca akan membuat ruangan terasa lebih luas sekaligus terang. 

Railing Tangga Kaca sangat ideal untuk interior rumah dengan pencahayaan alami yang maksimal atau tema open space. 

Adapun jenis kaca yang digunakan bukanlah jenis sembarangan, melainkan kaca laminated atau tempered karena strukturnya yang lebih kokoh dibanding kaca biasa. 

Akan tetapi, Railing Tangga Kaca memerlukan perawatan ekstra dalam hal kebersihan. Ya, sebab permukaan kacanya kerap meninggalkan bekas dari sidi jari, debu, atau noda cairan. 

Disisi lain, biaya pemasangan Railing Tangga Kaca juga relatif lebih tinggi karena memerlukan sistem penyangga yang presisi dan material berkualitas tinggi. 

Baca juga: Desain Lantai Kaca

4. Railing Tangga Stainless Steel

Selanjutnya ada jenis Railing Tangga Stainless Steel yang menyuguhkan perpaduan kekuatan dan tampilan elegan. 

Material stainless steel terbukti tahan terhadap karat, lembab, serta perawatannya yang cenderung mudah. 

Railing Tangga Stainless Steel

Itu sebabnya, mengapa Railing Tangga Stainless Steel cocok diaplikasikan untuk area indoor maupun outdoor dalam jangka panjang. 

Secara visual, Railing Tangga Stainless Steel memang terkesan modern yang ideal untuk desain rumah bergaya minimalis atau kontemporer. 

Permukaannya yang mengkilap dapat menciptakan kesan bersih dan professional, sehingga kerap diaplikasikan pada bangunan komersil seperti hotel, mall, gedung perkantoran, dan sebagainya. 

Bahkan, Railing Tangga Stainless Steel tahan terhadap korosi meski tanpa harus dilakukan pengecatan ulang. 

Dari segi harga, Railing Tangga Stainless Steel memang lebih mahal dibandingkan dengan jenis material lainnya. 

Namun, Railing Tangga Stainless Steel kurang cocok diaplikasikan pada bangunan bergaya klasik atau modern, kecuali dipadukan dengan material kayu. 

Nah, itu dia beberapa jenis railing tangga yang bisa anda pilih untuk kebutuhan rumah. 






Ketahui 10 Jenis Kayu Kelas III Berserta Kualitasnya

Kayu Kelas III

Dalam dunia material bangunan, kayu dibagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan tingkat kekuatan, keawetan, dan ketahanannya terhadap cuaca maupun serangan hama. 

Klasifikasi ini memudahkan pengguna dalam memilih jenis kayu sesuai kebutuhan konstruksi. Salah satu kategori yang paling banyak digunakan untuk kebutuhan konstruksi ringan hingga interior adalah Kayu Kelas III.

Meski berada satu tingkat di bawah Kayu Kelas II (Kayu Kelas 2 atau kayu tingkat II), Kayu Kelas III tetap memiliki kualitas yang layak, mudah diolah, dan menawarkan harga yang lebih terjangkau.

Karena itu, jenis kayu ini sangat populer untuk rangka rumah sederhana, plafon, kusen, partisi, hingga furnitur non-struktural.

Berikut ini adalah 10 jenis Kayu Kelas III yang umum digunakan di Indonesia, lengkap dengan kualitas dan asal kayunya.

Berikut 10 Jenis Kayu Kelas III

Kayu Kelas III

1. Kayu Sengon

Kayu Sengon dikenal sebagai salah satu Kayu Kelas III paling populer di Indonesia. Kayu ini berasal dari pohon sengon yang tumbuh sangat cepat, sehingga pasokannya melimpah dan harganya relatif ekonomis. 

Warna kayunya cerah dengan tekstur cukup halus, membuatnya mudah dipotong dan dibentuk. Dari segi kekuatan, Sengon memang berada di bawah Kayu Kelas II atau kayu tingkat II, terutama dalam ketahanan terhadap air dan beban berat.

Namun untuk penggunaan di area kering seperti rangka plafon, daun pintu ringan, dan furnitur sederhana, Kayu Sengon sudah cukup stabil dan fungsional.

2. Kayu Albasia

Kayu Albasia sering dianggap mirip dengan Sengon karena masih satu keluarga. Sebagai Kayu Kelas III, Albasia memiliki serat yang sedikit lebih rapat dan permukaan yang cukup rata, sehingga sering digunakan dalam industri mebel skala kecil hingga menengah.

Jika dibandingkan dengan Kayu Kelas II (Kayu Kelas 2), daya tahan Albasia terhadap kelembapan dan serangga memang lebih rendah. 

Namun dengan proses pengeringan yang baik dan finishing yang tepat, Kayu Albasia tetap mampu bertahan lama untuk kebutuhan interior seperti lemari, meja ringan, dan panel dinding.

3. Kayu Mahoni Lokal

Mahoni lokal masuk dalam kategori Kayu Kelas III karena tingkat keawetannya yang sedang. Kayu ini memiliki ciri khas warna cokelat kemerahan dengan serat halus dan tampilan yang elegan, sehingga banyak diminati untuk furnitur dan elemen dekoratif.

Dibandingkan dengan kayu tingkat II, kekuatan struktur Mahoni lokal memang tidak terlalu menonjol. Namun dari segi estetika, kayu ini justru unggul. 

Oleh karena itu, Mahoni lokal sering digunakan untuk kusen, daun pintu, lemari, dan perabot rumah tangga non-struktural

4. Kayu Mindi

Kayu Mindi memiliki karakter ringan dengan serat lurus dan warna cerah. Sebagai Kayu Kelas III, kayu ini terkenal mudah diolah dan tidak memerlukan peralatan berat saat pengerjaan, sehingga cocok untuk industri mebel rumahan.

Jika disandingkan dengan Kayu Kelas II atau kayu tingkat 2, Mindi memang kalah dalam ketahanan terhadap cuaca ekstrem. 

Namun untuk penggunaan indoor seperti rak buku, lemari pakaian, dan panel dinding, kualitas Kayu Mindi sudah sangat mencukupi dan ekonomis.

5. Kayu Akasia Lokal

Akasia lokal memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan beberapa Kayu Kelas III lainnya. Seratnya cukup menarik dengan warna cokelat kekuningan, sehingga sering dimanfaatkan untuk furnitur dan elemen interior yang membutuhkan tampilan alami.

Walaupun tidak sekuat Kayu Kelas II (Kayu Kelas 2), Akasia lokal memiliki kestabilan yang cukup baik jika melalui proses pengeringan yang benar. 

Kayu ini sering digunakan untuk kusen, daun pintu, hingga rangka ringan yang tidak menahan beban berat.

6. Kayu Karet

Kayu Karet berasal dari pohon karet yang sudah tidak produktif menghasilkan getah. Sebagai Kayu Kelas III, kayu ini memiliki tekstur cukup halus dan warna cerah, sehingga mudah difinishing dan diwarnai.

Dari sisi kekuatan, Kayu Karet masih berada di bawah kayu tingkat II. Namun setelah melalui proses oven atau pengeringan industri, kayu ini menjadi cukup stabil dan tidak mudah melengkung. 

Karena itu, Kayu Karet banyak digunakan untuk furnitur indoor, meja, kursi, dan komponen rumah tangga lainnya.

7. Kayu Jabon

Kayu Kelas III

Kayu Jabon termasuk Kayu Kelas III yang ringan dengan warna cerah dan serat lurus. Kayu ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi non-struktural karena mudah dikerjakan dan tersedia dalam ukuran besar.

Jika dibandingkan dengan Kayu Kelas II, daya tahan Kayu Jabon memang lebih rendah, terutama terhadap kelembapan.

Namun untuk plafon, partisi ruangan, dan panel dekoratif, Kayu Jabon menawarkan kualitas yang sebanding dengan harganya yang terjangkau.

8. Kayu Pinus

Kayu Pinus, baik lokal maupun impor, sering dikategorikan sebagai Kayu Kelas III. Kayu ini memiliki aroma khas, tekstur lembut, dan pola serat yang menarik, terutama untuk desain interior bergaya minimalis dan skandinavia.

Berbeda dengan Kayu Kelas II atau kayu tingkat II yang cenderung lebih keras, Pinus unggul dalam kemudahan pengerjaan dan finishing. Kayu ini banyak digunakan untuk rak, meja, kabinet, serta dekorasi rumah.

9. Kayu Waru

Kayu Waru dikenal memiliki serat agak kasar namun cukup kuat untuk ukuran Kayu Kelas III. Warna kayunya berkisar dari putih pucat hingga cokelat muda, memberikan kesan sederhana dan natural.

Meski tidak sekuat Kayu Kelas II, Kayu Waru masih sering dimanfaatkan untuk rangka atap ringan, papan, dan elemen bangunan sederhana. 

Dengan perlakuan anti-rayap dan pengeringan yang baik, kayu ini dapat bertahan cukup lama di lingkungan kering.

10. Kayu Trembesi Muda

Kayu Kelas III

Trembesi muda masuk dalam kategori Kayu Kelas III karena tingkat keawetannya masih sedang. Kayu ini memiliki serat unik dan ukuran batang besar, sehingga sering dimanfaatkan untuk furnitur berukuran lebar seperti meja makan dan meja kerja.

Jika dibandingkan dengan Kayu Kelas II atau kayu tingkat II, Trembesi muda memang membutuhkan perlakuan ekstra agar tidak mudah retak atau berubah bentuk.

Namun dari segi visual, kayu ini memiliki nilai estetika tinggi dan banyak diminati untuk elemen dekoratif bernuansa alami.

Jadi, sudah tahu jenis kayu kelsa III?


 Apa Itu Dak Beton? Dan Untuk Apa Fungsinya?

Fungsi dak beton

Fungsi dak beton - Dak beton memang menjadi bagian yang terpisahkan untuk berbagai jenis bangunan, seperti rumah, ruko, perkantoran, dan sebagainya. 

Penggunaan dak beton tak hanya seputar tingkat kekuatan bangunan saja, namun juga meliputi fungsi ruang, kenyamanan, dan nilai tambah property secara menyeluruh. 

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai fungsi dari dak beton, yuk simak langsung ulasannya di bawah ini. 

4 Fungsi Utama Dak Beton

1. Menahan Beban Bangunan

Pada dasarnya, fungsi utama dak beton berperan sebagai penopang beban bangunan. 

Ya, dak beton memang dirancang khusus untuk menahan beban mati seperti material bangunan diatasnya, sekaligus beban hidup seperti kegiatan manusia. 

dak beton untuk Menahan Beban Bangunan

Mengingat material utamanya berupa beton bertulang, dak beton memiliki tingkat kekuatan tekan dan tarik yang mumpuni dalam menahan beban berat jangka panjang. 

Untuk bangunan bertingkat, dak beton berfungsi menjadi plat lantai yang akan memisahkan ruang atas dan ruang bawah. 

Sehingga tingkat kekuatan dak beton menjadi poin penentu terhadap keamanan bangunan secara keseluruhan. 

Baca juga: Jenis Genteng Beton

Maka dari itu, penting bagi anda untuk memperhitungkan struktur, ketebalan, dak, kualitas beton, dan penulangan besi yang sesuai fungsi ruang diatasnya. 

Contohnya, dak beton yang difungsikan untuk ruang berkumpul maupun rooftop membutuhkan struktur yang lebih kokoh ketimbang dak untuk kamar tidur. 

Disisi lain, fungsi dak beton juga dapat menyalurkan beban ke struktur pendukung yang ada di bawahnya seperti balok, kolom, serta pondasi. 

Apabila dak beton dirancang dengan baik, tentu pendistribusian beban bangunan jadi lebih merata untuk meminimalisir keretakan, lendutan, atau kerusakan struktur lainnya. 

2. Sebagai Pembatas Antar Ruang

Tak hanya menopang beban, dak beton juga berperan sebagai pembatas antar ruang atau antar lantai. 

Pada bangunan bertingkat, dak beton menjadi pemisah yang dapat menciptakan privasi sekaligus kenyamanan bagi penghuninya. 

Ya, aktivitas di lantai atas tidak langsung mengganggu area bawah, karena dak beton memiliki massa yang dapat meredam getaran dan suara. 

dak beton Sebagai Pembatas Antar Ruang

Bahkan, dak beton juga ikut berperan dalam membentuk ruang secara vertikal. 

Berkat adanya dak beton, tentunya anda bisa memaksimalkan lahan dengan membangun ke bagian atas tanpa harus memperluas tapak bangunan. 

Sehingga penggunaan dak beton sangat ideal untuk bangunan di perkotaan yang lahannya terbatas. 

Pada bidang desain interior, dak beton dapat menciptakan fleksibilitas terhadap penataan ruang. 

Mulai dari plafon yang bisa dibuat rata, diekspos, hingga dikombinasikan dengan material lainnya yang sesuai konsep bangunan. 

Melalui perencanaan yang tepat, dak beton tak hanya berfungsi secara struktural saja, namun juga meningkatkan estetika dan kenyamanan didalam ruangan. 

3. Sebagai Atap Datar

Pada bangunan rumah dengan konsep modern, dak beton kerap difungsikan sebagai atap datar. 

Tak seperti jenis atap konvensional yang membutuhkan rangka dan genteng, dak beton akan memanfaatkan area atap menjadi ruang yang lebih fungsional. 

dak beton Sebagai Atap Datar

Banyak perumahan maupun bangunan komersil lainnya yang memanfaatkan dak beton untuk dijadikan rooftop, taman atap, tempat berjemur, hingga ruang santai outdoor. 

Melalui struktur yang kokoh, dak beton mampu menopang beban tambahan seperti pot tanaman, perabotan, dan instalasi utilitas. 

Fungsi tersebut dapat memberikan nilai tambah, karena menciptakan ruang ekstra tanpa harus memperluas bangunan secara horizontal. 

Akan tetapi, anda juga jangan sampai lupa untuk memperhatikan aspek perlindungan terhadap air. 

Seperti sistem kemiringan yang tepat, drainase, hingga lapisan waterproofing yang menjadi elemen penting. 

Baca juga: Jenis Plafon Bambu

4. Meningkatkan Nilai Investasi Bangunan

Bangunan yang menggunakan dak beton biasanya memiliki struktur lebih kokoh, sehingga bisa dijadikan investasi jangka panjang.

dak beton Meningkatkan Nilai Investasi Bangunan

Terlebih dak beton yang dijadikan roof garden atau taman atap, yang tentunya menjadi daya tarik tersendiri. 

Untuk perawatan, dak beton cenderung lebih mudah karena sifatnya yang tahan terhadap air, rayap, dan perubahan cuaca ekstrim. 

Melalui perawatan yang tepat seperti mengecek waterproofing secara berkala, dak beton mampu bertahan puluhan tahun meski tanpa perbaikan total. 

Keunggulan tersebut tentunya sangat menguntungkan dalam jangka panjang karena bisa menekan biaya renovasi. 

Estimasi Biaya Membuat Dak Beton

Umumnya komponen biaya membuat dak beton hanya meliputi material dan jasa pembangunan saja. 

Adapun material yang diperlukan seperti semen, pasir, batu split, besi tulangan, kawat bendrat, dan bekisting (papan cor). 

Untuk kualitas beton standar rumah, biasanya menggunakan mutu K-225 atau K-250. Semakin tinggi mutu beton, maka semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan. 

Secara kasarnya, estimasi biaya membuat dak beton untuk rumah berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 jutaan per meter persegi. 

Nominal tersebut sudah termasuk material standar dan jasa tukang, namun tidak termasuk dengan finishing tambahan seperti waterproofing, plesteran halus, atau pemasangan material lantai diatasnya. 

Apabila dak beton dijadikan sebagai rooftop, biayanya akan lebih tinggi karena membutuhkan tulangan yang lebih rapat dan lapisan pelindung air tambahan. 

Selain itu, ketebalan dak beton juga dapat mempengaruhi biaya operasional. Dak beton untuk kebutuhan rumah biasanya memiliki ketebalan sekitar 10 sampai 12 cm. 

Semakin tebal ukuran dak, tentu kebutuhan beton dan besi tulangannya juga semakin besar. 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai fungsi dan estimasi biaya membuat dak beton, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan referensi saat hendak membangun maupun merenovasi rumah.