BLANTERTOKOv132
 Jenis-jenis Plafon Triplek Terbaik Untuk Hunian


Jenis plafon triplek

Jenis plafon triplek - Selain gypsum, triplek juga merupakan salah satu jenis material yang kerap diandalkan untuk kebutuhan plafon. 

Material ini terdiri dari lapisan-lapisan kayu tipis (veneer) yang direkatkan menggunakan tekanan tinggi sampai membentuk lembaran solid. 

Plafon triplek memiliki bobot yang ringan namun tetap kuat, mudah dipotong, dibentuk, dan tersedia kedalam berbagai ukuran ketebalan. 

Bahkan yang lebih menariknya lagi, plafon triplek yang sudah terpasang bisa di beri lapisan cat sesuai dengan selera. 

Ada beragam jenis plafon triplek yang masing-masingnya memiliki ciri khas tersendiri seperti dibawah ini. 

4 Jenis Plafon Triplek Paling Umum 

4 Jenis Plafon Triplek Paling Umum

1. Triplek Meranti

Sesuai dengan namanya, tripek ini terbuat dari bahan kayu meranti yang memiliki warna kemerahan serta bobot agak berat. 

Meski bobotnya berat, plafon meranti memiliki struktur yang lebih kokoh dan tidak mudah melengkung. 

Baca juga: Kelebihan Kekurangan Plafon Gypsum

2. Triplek Sengon

Keunggulan Triplek Sengon atau albasia terdapat pada bobotnya yang lebih ringan, sehingga dapat memudahkan proses pemasangan. 

Bahkan, Triplek Sengon juga mudah dipotong yang membuatnya cocok diaplikasikan pada rumah sederhana. 

Namun sayang, tingkat ketahanannya terhadap lembab dan rayap terbilang cukup rendah sehingga memerlukan finishing yang tepat. 

3. Triplek Jati Lapis

Triplek dengan lapisan luar serat jati menyuguhkan tampilan yang alami dan terkesan premium. 

Pada umumnya, triplek ini sering dipadukan dengan finishing clear maupun melamin agar seratnya terlihat lebih elegan. 

Akan tetapi, harga triplek jati lapis relatif lebih mahal dibandingkan dengan triplek meranti maupun sengon. 

4. Triplek MDF Atau HDF

Istilah MDF merupakan singkatan dari Medium Density Fiberboard, sedangkan HDF adalah High Density Fiberboard. 

Meski bukan dari kayu asli, namun triplek MDF maupun HDF kerap dijadikan alternatif karena tekstur permukaannya yang terasa halus. 

Baca selengkapnya: Perbedaan HDF, MDF, dan LDF

Kelebihan Plafon Triplek

Kelebihan Plafon Triplek

1. Harga yang Relatif Terjangkau

Dibandingkan dengan plafon gypsum atau kayu solid, tentunya plafon triplek menawarkan harga yang jauh lebih murah. 

Sehingga penggunaan plafon triplek sangat ideal untuk proyek yang memerlukan banyak lembaran. 

2. Pemasangan yang Mudah

Tekstur triplek yang fleksibel membuatnya mudah dipotong, dibor, dipaku, dan disekrup tanpa mengalami kerusakan. 

Tentunya hal ini dapat memudahkan proses pemasangan, sehingga ideal diaplikasikan pada renovasi singkat maupun perbaikan yang bersifat urgent. 

3. Menciptakan Kesan Natural

Serat kayu pada plafon triplek bisa meningkatkan estetika interior. Ya, ketika difinishing dengan clear coat, maka tampilan plafon triplek akan terlihat lebih hangat dan natural. 

4. Berbobot Ringan

Berkat bobotnya yang ringan, plafon triplek tidak akan memberikan beban berat pada bagian rangka, sehingga aman digunakan untuk struktur kayu atau bangunan lama. 

Kelemahan Plafon Triplek

Kelemahan Plafon Triplek

1. Tidak Tahan Terhadap Air

Sifat Material triplek yang cenderung mudah menyerap kelembapan, sehingga dapat menimbulkan berbagai permasalahan.

Itu sebabnya, mengapa plafon triplek tidak cocok diaplikasikan di area dapur, kamar mandi, dan outdoor. 

Apabila bagian atap bocor, maka permukaan plafon bisa mengglembung, lapuk, menghitam hingga berlubang. 

Baca juga: Jenis Parket Tahan Air

2. Rawan Serangan Rayap

Dikarenakan berbahan dasar kayu, tentunya plafon triplek menjadi makanan empuk bagi kawanan rayap. 

Untuk mencegah serangan rayap, sebaiknya plafon triplek diberi lapisan khusus. 

3. Sambungannya Harus di Dempul

Lembaran triplek yang biasanya digunakan untuk plafon berukuran 122 x 244 cm, sehingga pemasangan yang kurang rapi bisa menimbulkan garis sambungan dengan jelas. 

Oleh karena itu, dibutuhkan dempul khusus kayu agar hasilnya terlihat lebih rapi. 

4. Mudah Melengkung

Masalah ini biasanya terjadi pada plafon triplek tipis. Akibat adanya perubahan suhu dan kelembapan didalam ruangan, maka plafon triplek menjadi melengkung. 

Ketebalan Triplek yang Cocok Untuk Plafon

Ketebalan Triplek yang Cocok Untuk Plafon

Ukuran ketebalan triplek memang cukup bervariasi. Ya, semakin tebal ukurannya, maka akan semakin kokoh pula strukturnya. 

Adapun mengenai ukuran triplek yang umumnya tersedia dipasaran seperti berikut:

  • 3 mm – 4 mm: Paling ekonomis, cocok untuk plafon datar, namun rawan melengkung.
  • 6 mm: Lebih stabil cocok untuk hunian.
  • 9 mm ke atas: Sangat kokoh, cocok untuk area komersial atau plafon dekoratif.

Tips Perawatan Plafon Triplek

Agar plafon triplek bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama, tentu membutuhkan berbagai perawatan seperti dibawah ini:

  • Pastikan Atapnya Tidak Bocor

Sebelum memasang plafon triplek, sebaiknya cek dulu bagian genteng, talang air, dan rangka atap. 

Ya, sekecil apapun kebocoran di bagian atap bisa merusak plafon triplek. 

  • Pilih Rangka yang Rapat

Menurut informasi yang didapat, idealnya jarak antar rangka plafon maksimalnya mencapai 40 cm. 

Semakin rapat rangkanya, maka struktur plafon triplek tidak akan mudah melengkung. 

  • Lapisi Dengan Cat Kayu yang Berkualitas

Sebaiknya gunakan cat dasar dan cat finishing agar bisa mengurangi penyerapan air. 

Untuk mendapatkan tampilan yang natural, anda bisa memberi clear coat yang tahan terhadap lembab. 

  • Beri Anti Rayap

Penting juga untuk mengaplikasikan cairan anti rayap sebelum memasang plafon triplek. 

  • Gunakan Sekrup 

Dibandingkan dengan paku, sekrup mampu menahan plafon triplek lebih kuat dan tidak mudah lepas ketika terjadi perubahan suhu. 

  • Dempul Sambungan Dengan Benar

Selanjutnya gunakan dempul khusus kayu yang elastis agar bagian sambungan plafon triplek tidak mudah retak seiring waktu pemakaian. 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai jenis-jenis plafon triplek beserta info penting lainnya, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan. 




7 Cara Merawat Decking Kayu Agar Tetap Awet!

Cara Merawat Decking Kayu

Cara Merawat Decking Kayu - Decking kayu merupakan elemen penting bagi area outdoor seperti teras, taman, balkon, hingga tepi kolam renang. 

Selain memberikan kesan alami dan elegan, decking kayu juga menambah nilai estetika rumah. Namun, untuk menjaga tampilannya agar tetap indah dan tidak cepat rusak, diperlukan perawatan yang tepat.

Banyak orang mengira decking cukup dibiarkan begitu saja, padahal faktor cuaca, kelembapan, dan kotoran dapat mempercepat kerusakan kayu. 

Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah merawat decking dengan benar. Berikut 7 cara yang bisa Anda terapkan agar decking kayu selalu tampak baru dan tahan lama.

Ikuti 7 Cara Merawat Decking dibawah!

Cara Merawat Decking Kayu

1. Membersihkan Decking Kayu Secara Rutin

Langkah pertama dalam cara merawat decking kayu adalah melakukan pembersihan rutin. Debu, daun kering, dan kotoran yang menempel di permukaan kayu dapat menimbulkan jamur dan lumut jika dibiarkan terlalu lama. 

Anda bisa membersihkan decking kayu menggunakan sapu halus atau kain lembut setiap beberapa hari sekali untuk menjaga permukaannya tetap bersih dan bebas kotoran.

Untuk pembersihan lebih dalam, gunakan air sabun hangat dan sikat lembut guna mengangkat noda membandel. 

Hindari penggunaan cairan pembersih keras atau sikat kawat, karena dapat merusak lapisan pelindung kayu. Setelah dicuci, biarkan decking mengering secara alami di bawah sinar matahari agar tidak lembap dan berjamur.

2. Hindari Air Menggenang di Permukaan

Air yang menggenang dalam waktu lama dapat menjadi musuh utama bagi decking kayu. Kelembapan berlebih bisa menyebabkan kayu melengkung, menghitam, bahkan membusuk. 

Oleh karena itu, saat merawat decking, pastikan area permukaannya memiliki sistem drainase yang baik agar air hujan bisa langsung mengalir dan tidak tertahan di permukaan.

Jika decking Anda berada di area terbuka, pastikan kemiringan lantai sudah sesuai standar agar air tidak menumpuk. 

Anda juga dapat memeriksa sela-sela antar papan secara berkala untuk memastikan tidak ada sumbatan daun atau lumut yang menghambat aliran air. Cara sederhana ini sangat efektif untuk menjaga usia decking kayu tetap panjang.

3. Gunakan Lapisan Pelindung atau Coating

Langkah penting berikutnya dalam cara merawat decking kayu adalah dengan memberikan lapisan pelindung (coating). Coating berfungsi untuk menahan air, sinar UV, dan perubahan suhu ekstrem yang dapat merusak permukaan kayu. 

Pilihlah pelapis berbasis minyak alami atau water-based yang cocok dengan jenis kayu Anda, seperti jati, ulin, atau merbau.

Sebaiknya lakukan pengecatan ulang atau pelapisan setiap 6–12 bulan sekali, tergantung kondisi cuaca di area Anda. 

Selain menjaga ketahanan, lapisan ini juga membantu mengembalikan warna alami decking kayu yang mulai pudar akibat paparan matahari. Dengan pelapisan rutin, decking akan terlihat seperti baru setiap saat.

4. Hindari Benda Berat dan Tajam di Atas Decking

Meskipun decking kayu terkenal kuat, permukaannya tetap bisa rusak bila terkena benda tajam atau terlalu berat. 

Saat menata perabot outdoor, usahakan menggunakan alas karet di bawah kaki meja atau kursi untuk menghindari goresan. Hal ini penting dalam langkah merawat decking agar serat kayu tetap halus dan tidak terkelupas.

Selain itu, hindari menyeret benda berat di atas permukaan kayu. Jika ingin memindahkan barang besar seperti pot atau kursi besi, angkatlah secara perlahan. 

Kerusakan kecil akibat goresan bisa menyebabkan air dan debu masuk ke pori kayu, mempercepat proses pelapukan.

5. Bersihkan Lumut dan Jamur Secara Berkala

Lumut dan jamur sering tumbuh di area lembap seperti sudut atau bawah pot tanaman. Jika dibiarkan, mereka dapat membuat permukaan kayu licin dan berbahaya untuk diinjak. 

Untuk membersihkan decking kayu dari lumut, gunakan campuran air hangat dan cuka putih, lalu sikat perlahan hingga bersih. Hindari pemakaian cairan pemutih keras yang dapat merusak warna alami kayu.

Setelah proses pembersihan, pastikan decking benar-benar kering. Anda bisa menjemurnya di bawah sinar matahari selama beberapa jam. 

Melakukan pembersihan jamur secara rutin tidak hanya menjaga keindahan tampilan, tetapi juga memperpanjang usia pemakaian decking secara signifikan.

6. Lakukan Pemeriksaan Rutin Setiap Beberapa Bulan

Cara Merawat Decking Kayu

Merawat decking tidak hanya soal membersihkan, tapi juga memeriksa kondisi strukturalnya. Cek apakah ada papan yang mulai longgar, retak, atau berubah warna. Jika ditemukan kerusakan kecil, segera lakukan perbaikan sebelum masalah semakin besar.

Anda juga dapat mengencangkan kembali sekrup atau paku yang longgar untuk menjaga kestabilan permukaan. 

Bila perlu, lakukan pengamplasan ringan untuk menghaluskan bagian yang mulai kasar. Pemeriksaan rutin ini merupakan investasi kecil yang akan menjaga decking tetap kuat dan nyaman digunakan.

7. Hindari paparan Sinar Matahari Langsung Terlalu Lama

Sinar matahari yang terlalu kuat bisa menyebabkan warna decking kayu memudar dan permukaannya menjadi kering. 

Untuk mencegah hal ini, Anda bisa menggunakan tirai outdoor, kanopi, atau payung besar sebagai pelindung dari sinar UV. Langkah ini termasuk cara cerdas dalam merawat decking kayu agar tampilannya selalu menarik.

Selain itu, pertimbangkan untuk memindahkan posisi furnitur secara berkala agar warna decking tetap merata dan tidak belang. 

Dengan perlindungan yang tepat, Anda bisa menjaga warna alami dan tekstur kayu tetap awet meskipun berada di area terbuka.

Jadi, sudah tahu Cara Merawat Decking Kayu?


 Mengulas Kelebihan dan Kekurangan Plafon Gypsum

Kelebihan kekurangan plafon gypsum

Kelebihan kekurangan plafon gypsum - Pada dasarnya, gypsum merupakan sebuan mineral alami berupa kalsium sulfat yang dibentuk menjadi lembaran papan dengan tekstur permukaan halus. 

Dalam bidang interior rumah, material ini memang selalu diandalkan untuk kebutuhan plafon. 

Ciri khas plafon gypsum terdapat pada tampilannya yang berwarna putih dan bertekstur halus, sehingga dapat menciptakan kesan bersih dan rapi didalam ruangan. 

Nah, secara kebetulan juga di ulasan kali ini akan membahas seputar kelebihan dan kekurangan plafon gypsum.

Tanpa banyak panjang lebar lagi, yuk simak langsung ulasan berikut:

Kelebihan Plafon Gypsum

Kelebihan Plafon Gypsum

1. Cocok Untuk Berbagai Gaya Interior Rumah

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa tampilan plafon gypsum mengusung warna putih yang dapat memberikan kesan bersih dan rapi. 

Menariknya lagi, plafon gypsum juga bisa dibentuk dengan ornamen tertentu yang membuatnya ideal untuk rumah bergaya klasik, modern, minimalis, dan kontemporer. 

Baca juga: Keunggulan dan Kekurangan Plafon PVC

2. Pemasangan yang Tidak Rumit

Jika dibandingkan dengan plafon kayu, proses pemasangan plafon gypsum relatif lebih cepat. 

Hal itu bukan tanpa alasan, karena plafon gypsum tidak perlu banyak diberi finishing yang berat. 

Meski demikian, pemasangan plafon gypsum tetap harus dilakukan oleh para tukang yang professional untuk mendapatkan hasil maksimal. 

3. Dapat Meredam Suara

Plafon gypsum memiliki kemampuan yang terbilang cukup baik dalam meredam suara. 

Terlebih jika dipadukan dengan glasswool atau rockwool, sehingga performa akustik ruangnya bisa jauh lebih maksimal. 

Oleh karena itu, plafon gypsum kerap diaplikasikan di ruang keluarga, kamar tidur, atau ruang kerja. 

4. Mudah Dibentuk

Selain kemampuannya yang dapat meredam suara, plafon gypsum juga memiliki sifat fleksibel yang membuatnya mudah dibentuk. 

Adapun berbagai desain plafon gypsum yang umumnya dijumpai, seperti drop ceiling beringkat, kotak simetris, hingga lampu indirect (lampu bias tersembunyi). 

5. Harga yang Relatif Terjangkau

Dari segi harga, plafon gypsum memang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan material PVC maupun kayu solid. 

Tentunya plafon gypsum merupakan pilihan paling tepat untuk mereka yang dihadapkan pada keterbatasan budget. 

Kekurangan Plafon Gypsum

Kekurangan Plafon Gypsum

1. Tidak Tahan Terhadap Air

Ini dia salah satu kekurangan yang paling menonjol dari plafon gypsum. 

Ketika terjadi kebocoran pada atap rumah, biasanya plafon gypsum akan menggelembung, retak, terkelupas, hingga roboh. 

Itu sebabnya, mengapa plafon gypsum tidak cocok dipasang di area yang lembab seperti dapur, kamar mandi, atau area outdoor. 

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Plafon Lambersering Kayu

2. Rawan Terhadap Benturan Keras

Struktur plafon gypsum yang ringan dan renyah membuatnya tidak mampu menahan benturan keras. 

Saat terkena benturan keras, tentunya plafon gypsum akan mengalami patah hingga berlubang. 

3. Memerlukan Struktur Rangka yang Tepat

Rangka yang digunakan untuk menopang plafon gypsum biasanya berupa besi hollow atau kayu. 

Namun, pastikan rangka tersebut benar-benar kokoh agar plafonnya tidak melengkung di kemudian hari. 

4. Harus Dipasang Oleh Ahlinya

Kendati prosesnya terbilang cepat, namun pemasangan plafon gypsum tidak boleh dilakukan oleh orang awam. 

Ya, sedikit saja kesalahan seperti sambungan yang tidak rata, sekrup terlalu dalam, atau adonan kompon yang tidak halus bisa membuat hasil akhirnya terlihat kurang rapi lho!

Jenis-jenis Plafon Gypsum

Jenis-jenis Plafon Gypsum

Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, penting juga bagi anda untuk mengenai jenis-jenis plafon gypsum seperti berikut:

1. Gypsum Rangka Hollow

Jenis ini merupakan yang paling umum digunakan, karena memiliki ketahanan terhadap rayap, kokoh, serta bentuknya yang lebii lurus dibandingkan dengan kayu. 

Baca juga: Keunggulan dan Kekurangan Pintu Aluminium

2. Gypsum Rangka Kayu

Saat ini penggunaan rangka kayu untuk plafon gypsum memang sudah jarang digunakan. 

Namun, penggunaan rangka kayu biasanya diaplikasikan pada rumah bergaya tradisional atau klasik. 

3. Drop Ceiling Gypsum

Selanjutnya ada model Drop Ceiling Gypsum yang bentuknya bertingkat-tingkat, lalu kerap dipadukan denan lampu LED strip untuk menciptakan pencahayaan yang elegan. 

4. Gypsum Motif

Jenis gypsum yang satu ini bisa dibentuk menjadi ukiran, list profil, hingga dome untuk rumah-rumah klasik. 

Cara Merawat Plafon Gypsum

Cara Merawat Plafon Gypsum

Agar plafon gypsum awet dan tahan lama, penting untuk mengetahui cara perawatannya seperti dibawah ini:

1. Membersihkan Secara Teratur

Debu yang dibiarkan menumpuk akan membuat plafon gypsum terlihat kusam. 

Sebenarnya membersihkan plafon gypsum tidak harus dilakukan setiap hari, namun cukup sebulan sekali dengan menggunakan alat yang tepat. 

Seperti kemoceng microfiber atau vacuum cleaner dengan ujung sikat yang lembut. Hindari penggunaan kain basah, karena plafon gypsum sangat sensitive terhadap air. 

Apabila terdapat noda ringan, bersihkan dengan kain lembab yang hanya sedikit dibasahi air, lalu keringkan lagi agar tidak menyerap ke gypsum. 

2. Cek Keretakan dan Sambungan Secara Berkala

Plafon gypsum umumnya memiliki sambungan yang ditiutupi oleh kompon. Apabila terjadi pergerakan rangka maupun penyusutan kecil, biasanya akan timbul garis retakan tipis. 

Guna mencegah keretakan semakin melebar, lakukan pengecekan visual setiap beberapa bulan sekali, terlebih di area sambungan papan dan sudut plafon. 

Seandainya terdapat retakan halus, cepat perbaiki dengan kompon gypsum, kemudian amplas dan cat Kembali. 

3. Periksa Bagian Atap dan Rangka

Sedikit saja ada kebocoran di atap, tentunya plafon gypsum akan terkena air yang bisa membuatnya menggelembung, menguning, hingga roboh. 

Maka dari itu, periksa bagian atap dan pastikan tidak ada kebocoran. Setelah hujan deras, sempatkan untuk memeriksa apakah ada rembesan di bagian plafon. 

Disisi lain, penting juga untuk mengecek rangka plafon minimalnya setahun sekali. Pastikan rangka tersebut tidak berkarat, tidak melengkung, atau mengalami penurunan kekuatan struktur. 

Nah, itu dia beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk merawat plafon gypsum agar lebih awet dan tahan lama. 




 Ini Alasan Pintu Aluminium Makin Banyak Diminati

Pintu aluminium

Pintu aluminium - Saat ini penggunaan material aluminium untuk berbagai kebutuhan konstruksi rumah memang sudah menjadi tren, salah satunya dijadikan pintu. 

Ya, sebab pintu aluminium memiliki sifat yang tahan terhadap cuaca ekstrim, mudah dibentuk, serta tampilannya yang terkesan modern. 

Dari segi harga, bahkan pintu aluminium relatif lebih murah dibandingkan dengan material besi atau baja. 

Tak hanya itu, masih ada lagi beberapa keunggulan lain dari Pintu aluminium yang menarik untuk dibahas seperti berikut.

Keunggulan Pintu Aluminium

Keunggulan Pintu Aluminium

1. Ringan Namun Kuat

Keunggulan dari Pintu aluminium terdapat pada bobotnya yang cenderung ringan, sehingga dapat memudahkan proses pengerjaan sekaligus mengurangi beban pada engsel dan kusen. 

Meski berbobot ringan, namun struktur Pintu aluminium masih tetap kokoh. 

Baca juga: Pintu Baja

2. Tahan Karat dan Korosi

Jika dibandingkan dengan pintu baja maupun besi, Pintu aluminium tidak mudah mengalami karat. 

Tentu saja Pintu aluminium sangat ideal diaplikasikan untuk area yang sering terpapar air, seperti kamar mandi atau area outdoor. 

3. Memberikan Kesan Modern dan Rapi

Pintu aluminium memiliki warna alami perak yang dapat menyuguhkan kesan minimalis. Bahkan, Pintu aluminium juga bisa diberi lapisan powder coating untuk tampilan warna lain. 

Sehingga Pintu aluminium cocok untuk rumah yang bergaya modern, industrial, dan minimalis. 

4. Mudah Dipadukan Dengan Kaca

Kebanyakan Pintu aluminium dibuat dengan kombinasi kaca untuk mempertegas kesan elegan, sekaligus memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan secara maksimal. 

5. Tahan Cuaca dan Rayap

Pintu aluminium sudah terbukti tahan terhadap paparan sinar matahari, air hujan, dan kelembapan tinggi tanpa mengalami perubahan bentuk. 

Tak seperti pintu berbahan kayu yang kerap melengkung atau mengembang akibat perubahan cuaca ekstrim. 

Selain tahan terhadap cuaca ekstrim, Pintu aluminium juga tidak mempan terhadap serangan rayap lho. 

6. Perawatan yang Mudah

Keunggulan berikutnya dari Pintu aluminium, yakni perawatan yang cenderung mudah. 

Tak seperti pintu kayu yang membutuhkan finishing ulang setiap beberapa tahun, Pintu aluminium cukup dibersihkan dengan lap dan sabun cair saja. 

Kekurangan Pintu Aluminium

Kekurangan Pintu Aluminium

Meski memiliki banyak keunggulan, terdapat juga beberapa kekurangan dari Pintu aluminium yang harus diketahui seperti di bawah ini:

1. Tampilan yang Kurang Natural

Kendati ada Pintu aluminium yang dibuat dengan motif kayu, namun tampilannya tetap tidak senatural dan sehangat pintu kayu solid. 

Baca juga: Jenis Pintu Kayu Solid

2. Suara Lebih Nyaring Saat Terbentur

Dikarenakan sifat logamnya, Pintu aluminium kerap menghasilkan suara bunyi yang lebih nyaring saat terkena benturan. 

3. Kualitas yang Tidak Seragam

Ada banyak sekali Pintu aluminium yang tersedia dipasaran, namun tidak semuanya memiliki ketebalan dan kualitas yang sama. 

Dengan kata lain, kualitas Pintu aluminium tergantung pada ketebalan yang dimilikinya. 

4. Harus Dilengkapi Dengan Kunci Berkualitas

Jika digunakan untuk pintu utama, maka tingkat keamanan Pintu aluminium sangat bergantung pada kunci dan sistem pengunciannya. 

Tanpa kombinasi yang tepat, Pintu aluminium dapat dicongkel dengan mudah. 

Jenis-jenis Pintu Aluminium

Jenis-jenis Pintu Aluminium

1. Pintu Aluminium Model Swing

Pintu aluminium dengan model swing merupakan yang paling umum digunakan, karena sifatnya yang simpel dan efisien. 

Sehingga Pintu aluminium model swing cocok digunakan untuk berbagai ruangan, seperti kamar mandi, dapur, atau penghubung antar ruangan. 

Baca juga: Cara Pasang Aluminium Composite Panel

2. Pintu Aluminium Model Sliding

Pintu aluminium model sliding memiliki mekanisme dengan cara digeser yang membuatnya lebih menghemat ruang, sehingga ideal diaplikasikan di area menuju halaman maupun balkon. 

3. Pintu Aluminium Model Lipat

Pintu aluminium model lipat biasanya digunakan pada area yang membutuhkan bukaan lebar, seperti luar ruangan, ruang serba guna, atau cafĂ©. 

4. Pintu Aluminium Kaca

Dengan perpaduan rangka aluminium dan panel kaca, pintu ini dapat meningkatkan estetika sekaligus memaksimalkan pencahayaan alami. 

5. Pintu Aluminium Motif Kayu 

Pintu kayu solid memang menawarkan harga yang relatif mahal, terlebih untuk jenis-jenis kayu berkualitas premium seperti jati. 

Sebagai alternatifnya, anda bisa menggunakan Pintu aluminium motif kayu karena harganya yang lebih murah. 

Kisaran Harga Pintu Aluminium

Kisaran Harga Pintu Aluminium

1. Pintu Aluminium Swing

Harga pintu Aluminium swing dengan ukuran 90 x 210 cm dibanderol sekitar harga Rp 2 juta sampai Rp 5 jutaan per unit. 

Namun, untuk Pintu Aluminium dengan perpaduan kaca tempered berkisar Rp 2,8 juta sampai Rp 5,6 juta. 

2. Pintu Aluminium Sliding

Harga Pintu Aluminium model sliding dengan ukuran 160 x 210 cm berada dikisaran Rp 3,6 juta - Rp juta, tergantung dari merk dan jenis kaca yang digunakan. 

Sedangkan Pintu Aluminium sliding untuk kamar mandi dengan ukuran 70 x 200 cm dimulai dari Rp 860 ribu sampai Rp 4,5 jutaan. 

3. Biaya Pasang Pintu Aluminium

Menurut informasi yang didapat, biaya pasang Pintu Aluminium dengan perpaduan kaca bisa mencapai sekitar Rp 900 ribu per unit. 

Demikianlah penjelasan singkat mengenai kelebihan, kekurangan, dan harga Pintu Aluminium. 

Bagaimana, apakah anda berminat untuk menggunakan Pintu Aluminium? 


 Seperti Inilah Kelebihan dan Kekurangan Pintu Baja

pintu baja

Belakangan ini pintu baja cukup diminati oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan bangunan, mulai dari rumah, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. 

Pada mulanya, penggunaan pintu baja memang selalu identik dengan bangunan industri atau fasilitas keamanan tinggi seperti bank. 

Seiring perkembangan zaman, kini pintu baja hadir dengan tampilan yang lebih berestetika dan tidak terksan kaku. 

Ya, pintu baja saat ini tersedia kedalam berbagai varian warna dan motif yang bisa dipilih sesuai desain rumah. 

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai kelebihan dan kekurangan pintu baja, yuk simak langsung ulasan berikut.

Kelebihan Pintu Baja

1. Kokoh dan Kuat

Berbicara soal pintu dengan tingkat keamanan tinggi, sudah pasti pintu baja adalah jawabannya. 

Ya, sebab pintu baja memiliki tekstur yang keras dan kokoh sehingga sulit untuk dibobol, tidak mudah penyok, dan tahan terhadap benturan keras. 

pintu baja Kokoh dan Kuat

Bahkan yang lebih menariknya lagi, saat ini ada model pintu baja yang sudah dilengkapi dengan sistem kunci multipoint. 

Dengan adanya sistem tersebut, maka ia dapat mengunci pintu di beberapa titik sekaligus sehingga meningkatkan keamanan rumah. 

Pastinya pintu baja sangat dibutuhkan untuk rumah-rumah yang berada di daerah rawan pencurian. 

Tak hanya itu, tersedia juga pintu baja anti api yang dapat menahan panas selama 10 menit untuk menunda penyebaran api. 

Artikel Menarik Lainnya: Jenis Rolling Door

2. Tahan Terhadap Cuaca

Pada dasarnya, material baja memiliki sifat yang stabil meski terkena panas maupun hujan secara langsung dalam jangka panjang. 

pintu baja Tahan Terhadap Cuaca

Nah, karena keunggulannya inilah yang membuat pintu baca cocok untuk area outdoor, seperti pintu utama rumah maupun pintu bagian samping. 

Dengan sifatnya yang tahan terhadap cuaca, tentunya pintu baja tidak membutuhkan perawatan khusus seperti pemolesan atau pengecatan ulang. 

3. Tahan Rayap dan Jamur

pintu baja Tahan Rayap dan Jamur

Untuk pintu yang berbahan kayu solid, pastinya rayap menjadi salah satu ancaman yang sangat serius. 

Namun, masalah tersebut sama sekali tidak berlaku untuk pintu baja. Tak hanya tahan rayap, bahkan pintu baja juga tidak berjamur dan tidak lapuk meski digunakan selama bertahun-tahun. 

Itu artinya, pintu baja bisa digunakan untuk area dengan kelembapan yang tinggi. 

Baca juga: Kecanggihan Smart Door Lock

Kekurangan Pintu Baja

Kekurangan Pintu Baja

Setelah mengetahui kelebihannya, penting juga bagi anda untuk mengetahui berbagai kekurangan pintu baja seperti di bawah ini:

1. Memiliki Bobot Berat

Dibandingkan dengan material kayu, pintu baja memang memiliki bobot yang lebih berat. 

Dikarenakan bobotnya yang berat, sehingga membutuhkan tenaga ekstra selama proses pemasangan. 

Apabila proses pemasanganya tidak dilakukan dengan benar, biasanya pintu baja akan miring dan sulit ditutup rapat. 

Disisi lain, untuk penggunaan kusen yang kurang kokoh, maka pemasangan pintu baja bisa menyebabkan kusen cepat rusak atau melengkung. 

2. Rentan Terhadap Goresan

Meski kokoh dan kuat, faktanya lapisan finishing pintu baja rentan tergores oleh benda tajam maupun gesekan keras. 

Terlebih jika tidak diberi coating berkualitas tinggi seperti powder coating, sehingga goresan tersebut akan terlihat jelas yang dapat mengurangi estetika pintu baja. 

Ketika ada bagian tertentu yang mengelupas, maka logam di bawahnya menjadi lebih rentan terkena oksidasi dalam jangka panjang. 

Oleh karena itu, pilihlah pintu baja dengan lapisan finishing yang berkualitas tinggi. 

3. Suara Berisik Ketika Terbentur

Tak seperti pintu kayu yang karakter suaranya cenderung lebih lembut, pintu baja bisa menghasilkan suara berisik ketika terkena benturan keras saat ditutup. 

Tentunya hal ini cukup mengganggu, terlebih jika tidak dilengkapi dengan peredam tambahan pada kusen. 

4. Temperatur Bisa Lebih Panas

Ketika bagian luar pintu baja terkena sinar matahari langsung dalam jangka panjang, maka permukaannya akan terasa panas. 

Masalah ini biasanya terjadi pada rumah-rumah yang menghadap ke arah Barat atau Timur dengan cahaya matahari intens. 

Meski tidak membahayakan, namun kondisi tersebut cukup mengurangi kenyamanan saat menyentuh permukaan pintunya. 

Estimasi Biaya Pintu Baja 

1. Pintu Baja Kualitas Standar

  • Ketebalan plat: 0,6 - 0,8 mm
  • Model: polos atau motif minimalis
  • Kisaran harga: Rp 1,8 juta - Rp 3 juta per unit

Baca juga: Jenis Pintu Kayu Solid

2. Pintu Baja Kualitas Menengah

  • Ketebalan plat: 0,8 - 1 mm
  • Fitur: insulasi peredam di bagian dalam
  • Kisaran harga: Rp 3 juta - Rp 5 juta Per unit 

3. Pintu Baja Kualitas Premium

  • Ketebalan plat: 1- 1,2 mm
  • Fitur: kunci multipoint, struktur sarang lebah, finishing kayu real feel
  • Kisaran harga: Rp 5 juta - Rp 12 juta per unit (sudah termasuk handle dan aksesoris lainnya). 

4. Biaya Pasang Pintu Baja

  • Pemasangan standar: Rp 250 ribu - Rp 500 ribu
  • Pemasangan dengan modifikasi kusen: Rp 600 ribu - Rp 1,2 juta
  • Pemasangan pada dinding baru atau renovasi besar: Rp 1,2 juta - Rp 2 juta.

5. Biaya Aksesoris Tambahan

  • Handle pintu premium: Rp 150 ribu - Rp 450 ribu
  • Smart lock / digital door lock: Rp 1,5 juta - Rp 5 juta
  • Engsel heavy-duty: Rp 75 ribu - Rp 150 ribu per engsel
  • Cat touch-up / anti-karat tambahan: Rp 50 ribu - Rp 120 ribu

Demikianlah penjelasan singkat mengenai kelebihan, kekurangan, beserta estimasi biaya pintu baja. 

Bagaimana, apakah anda berminat untuk menggunakan pintu baja? 



 Jenis Material Rolling Door yang Paling Umum Digunakan

Jenis rolling door

Jenis rolling door - Meski jarang digunakan untuk pintu utama, namun rolling door selalu diandalkan untuk bengunan komersil seperti ruko, gudang, garasi, kios, dan sebagainya. 

Pintu ini memiliki cara kerja dengan cara ditarik ke bawah dan didorong ke atas, atau digeser ke arah samping. 

Namun, ada juga pintu rolling door otomatis yang bisa dikontrol dari jarak jauh melalui remote control. 

Disisi lain, rolling door terbuat dari berbagai jenis material yang masing-masingnya memiliki karakteristik tersendiri. 

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis material rolling door, yuk simak langsung ulasan di bawah ini. 

3 Jenis Material Rolling Door

1. Rolling Door Besi Galvanis

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa besi galvanis merupakan salah satu material yang paling umum digunakan untuk rolling door. 

Rolling Door Besi Galvanis

Sesuai namanya, material ini terbuat dari besi yang sudah dilapisi dengan galvanis agar lebih tahan terhadap karat. 

Bahkan slat besinya yang tebal bisa menahan benturan keras, sehingga membuatnya cocok untuk bangunan yang memerlukan keamanan tinggi. 

Selain itu, Rolling Door Besi Galvanis juga memiliki stabilitas yang bagus dan tidak mudah mengalami perubahan bentuk meski digunakan selama bertahun-tahun. 

Dari segi harga, Rolling Door Besi Galvanis relatif terjangkau lho. Itu sebabnya, mengapa Rolling Door Besi Galvanis selalu menjadi pilihan utama bagi para pemilik usaha kecil dan menengah. 

Baca juga: Pintu PVC Solusi Praktis dan Ekonomis

2. Rolling Door Aluminium

Kelebihan Rolling Door Aluminium terdapat pada sifatnya yang tahan karat, berbobot ringan, serta tampilannya yang lebih modern. 

Rolling Door Aluminium

Tentunya Rolling Door Aluminium ideal diaplikasikan pada garasi rumah, pintu kantor, showroom, dan bangunan komersil lainnya. 

Berkat bobotnya yang cenderung ringan, pergerakan Rolling Door Aluminium menjadi lebih halus yang membutnya mudah dibuka-tutup. 

Menariknya lagi, Rolling Door Aluminium menyediakan beragam varian warna dan finishing yang bisa dipilih sesuai selera. 

Akan tetapi, harga Rolling Door Aluminium memang lebih mahal dibandingkan dengan Rolling Door besi galvanis. 

3. Rolling Door Baja

Ini dia jenis rolling door yang memiliki tingkat kekuatan dan ketahanan paling tinggi dibandingkan dengan material lainnya. 

Rolling Door Baja

Rolling Door Baja kerap diaplikasikan pada bangunan industri besar seperti pabrik, gudang besar, area logistic, dan bangunan lainnya yang memerlukan sistem proteksi ketat. 

Hal itu bukan tanpa alasan, karena Rolling Door Baja terbukti tahan terhadap benturan keras, tekanan, dan beban. 

Bahkan, beberapa tipe Rolling Door Baja dirancang dengan sistem insulated atau perforated yang sesuai kebutuhan. 

Baca juga: Fungsi Baja Ringan

Keunggulan dan Kekurangan Rolling Door

Keunggulan dan Kekurangan Rolling Door

Keunggulan: 

1. Hemat Ruang

Tak seperti jenis pintu konvensional, Rolling Door tidak memerlukan ruang buka ke depan maupun ke samping. 

Ya, sebab mekanismenya dilakukan dengan cara ditarik dan didorong keatas, sehingga tidak mengganggu area depan. 

Nah, karena keunggulan inilah yang membuat Rolling Door sangat cocok untuk bangunan ruko atau garanis minimalis. 

Baca juga: Tips Memilih Tirai Pintu

2. Memberikan Keamanan yang Cukup Tinggi

Rolling Door biasanya terbuat dari bahan seperti besi galvanis, aluminium, dan baja yang kokoh. 

Terlebih slatnya yang saling mengunci, sehingga membuatnya lebih sulit untuk dibobot. Bahkan, beberapa model Rolling Door sudah dilengkapi dengan sistem penguncian ganda dan rel yang kuat. 

3. Awet dan Minim Perawatan

Dikarenakan terdiri dari komponen sederhana, Rolling Door jarang mengalami masalah jika diberi perawatan yang benar. 

Model galvanis maupun powder coting akan membuat pintunya lebih tahan terhadap karat, terlebih jika digunakan di area outdoor. 

4. Material dan Desain yang Bervariasi

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa masing-masing material Rolling Door memiliki karakteristik tersendiri. 

Untuk tampilan yang lebih modern, anda bisa memilih Rolling Door aluminium atau model Rolling Door transparan. 

Adapun Rolling Door baja lebih cocok untuk keamanan tinggi karena sifatnya yang tahan terhadap benturan keras. 

5. Bisa Manual dan Otomatis

Mekanisme Rolling Door bisa dipilih dalam tipe manual untuk penggunaan sederhana, atau tipe otomatis yang dilengkapi dengan mesin dan remote control agar lebih praktis. 

Kekurangan:

1. Menimbulkan Suara Berisik

Suara berisik kerap terdengar saat membuka maupun menutup Rolling Door, terlebih yang berbahan besi. 

Untuk meminimalisir permasalahan tersebut, anda bisa memberi pelumas secara rutin pada Rolling Door. 

2. Bagian Rel dan Pegas Sering Rusak

Bagian rel samping dan pegas gulungan bekerja cukup keras setiap kali pintunya dibuka dan ditutup. 

Apabila tidak diberi perawatan, maka bagian-bagian tersebut bisa macet yang membuat pintunya sulit bekerja. 

3. Berbobot Berat

Untuk Rolling Door yang terbuat dari bahan besi dan baja memang terasa berat jika menggunakan sistem manual. 

Terlebih pada ukuran besar, sehingga harus menggunakan mekanisme otomatis agar pintunya bisa dibuka dan ditutup dengan mudah. 

4. Risiko Karat di Area Tertentu

Kendati sudah diberi lapisan anti karat, faktanya Rolling Door tetap berpotensi berkarat pada bagian sambungan maupun area yang sering terkena air. 

5. Harus Dipasang Oleh yang Ahlinya

Sedikit saja kesalahan pada pemasangannya, maka akan membuat Rolling Door cepat rusak, tidak seimbang, atau sulit digulung.

Oleh karena itu, pemasangan Rolling Door harus dilakukan oleh para ahli dalam bidangnya. 

Demikianlah ulasan singkat mengenai rolling door yang meliputi jenis-jenis beserta keunggulan dan kekurangannya, 

Bagaimana, apakah anda berminat untuk menggunakan Rolling Door?